Sabtu, 06 April 2019

Konservasi Arsitektur




Kawasan Istana Bogor



PENDAHULUAN
1)    Sejarah



Istana Bogor berada di kota Bogor yang pada era kolonial bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti "tanpa kekhawatiran". Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.
Pada tahun 1744 Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff terkesima akan kedamaian sebuah kampung kecil di Bogor (Kampung Baru), sebuah wilayah bekas Kerajaan Pajajaran yang terletak di hulu Batavia. Van Imhoff mempunyai rencana membangun wilayah tersebut sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal.
Istana Bogor dibangun pada bulan Agustus 1744 dan berbentuk tingkat tiga, pada awalnya merupakan sebuah rumah peristirahatan, ia sendiri yang membuat sketsa dan membangunnya dari tahun 1745-1750, mencontoh arsitektur Blehheim Palace, kediaman Duke Malborough, dekat kota Oxford di Inggris. Berangsur angsur, seiring dengan waktu perubahan-perubahan kepada bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles), bentuk bangunan Istana Bogor telah mengalami berbagai perubahan. sehingga yang tadinya merupakan rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halamannya mencapai 28,4 hektare dan luas bangunan 14.892 m².
Namun, musibah datang pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi mengguncang akibat meletusnya Gunung Salak sehingga istana tersebut rusak berat. Pada tahun 1850, Istana Bogor dibangun kembali, tetapi tidak bertingkat lagi karena disesuaikan dengan situasi daerah yang sering gempa itu. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Albertus Jacob Duijmayer van Twist (1851-1856) bangunan lama sisa gempa itu dirobohkan dan dibangun dengan mengambil arsitektur Eropa abad ke-19. Pada tahun 1870, Istana Buitenzorg dijadikan tempat kediaman resmi dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Penghuni terakhir Istana Buitenzorg itu adalah Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborg Stachourwer yang terpaksa harus menyerahkan istana ini kepada Jenderal Imamura, pemeritah pendudukan Jepang. Pada tahun 1950, setelah masa kemerdekaan, Istana Kepresidenan Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia, dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia.
Pada tahun 1968 Istana Bogor resmi dibuka untuk kunjungan umum atas restu dari Presiden Soeharto. Arus pengunjung dari luar dan dalam negeri setahunnya mencapai sekitar 10 ribu orang. Pada 15 November 1994, Istana Bogor menjadi tempat pertemuan tahunan menteri ekonomi APEC (Asia-Pasific Economy Cooperation), dan di sana diterbitkanlah Deklarasi Bogor. Deklarasi ini merupakan komitmen 18 negara anggota APEC untuk mengadakan perdangangan bebas dan investasi sebelum tahun 2020. Pada 16 Agustus 2002, pada masa pemerintahan Presiden Megawati, diadakan acara "Semarak Kemerdekaan" untuk memperingati HUT RI yang ke-57, dan dimeriahkan dengan tampilnya Twilite Orchestra dengan konduktor Addie MS Pada 9 Juli 2005 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melangsungkan pernikahan anaknya, Agus Yudhoyono dengan Anisa Pohan di Istana Bogor.zeron Pada 20 November 2006 Presiden Amerika Serikat George W. Bush melangsungkan kunjungan kenegaraan ke Istana Bogor dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kunjungan singkat ini berlangsung selama enam jam.

2)    Telaah Pustaka



Istana adalah sebuah bangunan besar atau mewah yang biasanya didiami oleh keluarga kerajaan, keluarga kepala negara atau petinggi lainnya. Kata istana kadang-kadang juga dipakai untuk merujuk kepada gedung besar yang merupakan pusat suatu lembaga. Di Jawa dan sekitarnya tempat tinggal raja disebut pula keratonpura atau puri.

Istana Bogor merupakan salah satu dari Istana Presiden RI yang mempunyai keunikan dari aspek historis kebudayaan, dan fauna. Istana ini pada masa pendudukan Belanda bernama Buitenzorg, yang artinya "tanpa kekhawatiran". Istana Bogor dibangun pada Agustus 1744 sebagai tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Gustaaf Wilem Baron van Imhoff. Berangsur angsur, perubahan bangunan awal dilakukan selama masa Gubernur Jenderal Belanda maupun Inggris (Herman Willem Daendels dan Sir Stamford Raffles). Yang tadinya rumah peristirahatan berubah menjadi bangunan istana paladian dengan luas halaman 28,4 hektar dan bangunan 14.892 meter persegi. Pada 1834, Bogor diguncang gempa yang berasal dari Gunung Salak dan menyebabkannya rusak berat. Kemudian, Istana Bogor dibangun kembali pada 1850 dan dijadikan kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1870. Setelah masa kemerdekaan, pada tahun 1950 Istana Bogor resmi menjadi salah satu Istana Presiden Indonesia, dan pada 1968 atas restu Mantan presiden Soeharto Istana Bogor dibuka untuk umum. Setiap tahunnya, pengunjung istana Bogor mencapai 10.000 orang. Istana Bogor yang bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor ini juga memiliki keunikan lain yaitu rusa-rusa yang berkeliaran bebas di tamannya. Rusa ini didatangkan langsung dari Nepal dan terjaga hingga sekarang.

Area Istana Bogor memiliki susunan pohon yang lebih jarang, tidak seperti Kebun Raya yang terdiri dari pohon-pohon besar hutan hujan tropis yang padat. Beberapa titik terbuka dengan pohon-pohon peneduh tersedia untuk menikmati pemandangan indah di kompleks istana. Bagian muka bangunan istana menghadap utara. Sayap-sayapnya terletak di sumbu timur dan barat. Sumbu utara dan selatan berasal dari pusat gedung utama, melewati halaman rumput yang berbentuk melingkar dan danau. Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Tahun 1950 dibangun paviliun di bagian barat untuk rumah tinggal Presiden Soekarno dan istrinya. Tahun 1965, presidential guesthouse dibangun di bagian timur laut oleh Sudarsono, arsitek pribadi Presiden.









Sabtu, 12 Januari 2019

KRITIK ARSITEKTUR NORMATIF



HAKIKAT KRITIK NORMATIF
• Hakikat kritik normatif adalah adanya keyakinan (conviction) bahwa di lingkungan dunia manapun, bangunan dan wilayah perkotaan selalu dibangun melalui suatu model, pola, standard atau sandaran sebagai sebuah prinsip.
• Melalui suatu prinsip, keberhasilan kualitas lingkungan buatan dapat dinilai
• Suatu norma tidak saja berupa standard fisik yang dapat dikuantifikasi tetapi juga non fisik yang kualitatif.
• Norma juga berupa sesuatu yang tidak konkrit dan bersifat umum dan hampir tidak ada kaitannya dengan bangunan sebagai sebuah benda konstruksi.

JENIS – JENIS METODA KRITIK NORMATIF
Karena kompleksitas, abstraksi dan kekhususannya kritik normatif perlu dibedakan dalam metode sebagai berikut :
• Metoda Doktrin ( satu norma yang bersifat general, pernyataan prinsip yang tak terukur)
• Metoda Sistemik ( suatu norma penyusunan elemenelemen yang saling berkaitan untuk satu tujuan)
• Metoda Tipikal ( suatu norma yang didasarkan pada model yang digenralisasi untuk satu kategori bangunan spesifik)
• Metoda Terukur ( sekumpulan dugaan yang mampu mendefinisikan bangunan dengan baik secara kuantitatif)


Opera Guangzhou





            Opera Guangzhou dibuka pada awal tahun 2011. Opera Guangzhou ini salah satu bangunan megah yang pernah diperuntukkan untuk upacara pembukaan Asian Games. Bangunan ini merupakan salah satu karya arsitek perempuan berpengaruh yaitu Zaha Hadid. Proyek Guangzhou menjadi ajang pembuktian bagi Zaha Hadid , yang pada awalnya terkesan tidak begitu menjanjikan pada saat pertama dia melihat lokasi  yang terbentang diantara taman tanpa fitur nan hambar. Dibangun pada lahan seluas 70 ribu meter persegi ini terletak di jantung situs budaya kota Guangzhou yaitu kota budaya sviluppio dengan membangun hubungan dekat dengan Sungai Pearl di selatan. Bangunan ini menelan biaya 1,38 miliar yuan (202 juta US $, memerlukan waktu pembangunan 5 tahun. Gedung ini didesain seperti tampilan batu kristal yang hanyut di laut. Terdiri dari dua buah bangunan, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi perkotaan dengan membuka akses ke sungai dan dermaga.


            Desainnya yang ikonik, membuat bangunan memiliki ciri khasnya. Kaca dan baja sudut tajam, tajam dan beton menyembunyikan interiornya yang berombak. Seperti sayap sayap yang keras dari seekor kumbang menyembunyikan tubuh yang lembut, sehingga bagian luarnya menutupi bagian dalam yang lembut. Cahaya yang berkilauan dari langit-langit dan desain akustiknya. Unsur unik Seperti sisi besar batu kristal . Gedung opera ini merupakan salah satu bentuk gaya arsitektur kontemporer.




            Gedung Opera Guangzhou terdapat fasilitas budaya diantaranya museum, perpustakaan dan arsip baru. Guangzhou Opera House rancangan arsitek mendiang Zaha Hadid Gedung yang lebih besar mencakup area seluas 36-ribu 4-ratus meter persegi, sementara bangunan yang lebih kecil seluas 7-ribu 4-ratus meter persegi. Bentuk batu yang lebih kecil mewadahi aula pertunjukan multigtuna, sementara bentuk batu yang lebih besar merupakan auditorium utama Gedung Opera Guangzhou.
            Didesain sebagai struktur berbentuk dua batu kerikil raksasa yang terseret ke tepi sungai Mutiara. Struktur itu terlihat seperti dua batu kembar yang diambil dari dasar sungai dan diperhalus oleh kikisan air sungai. Bentuk seperti kerikil di sungai yang dihalut oleh erosi, Gedung Opera Guangzhou berada dalam harmoni yang sempurna dengan lokasi tepi sungai. Desain ini menyatukan bangunan budaya yang berdekatan dengan menara keuangan internasional di kota baru Zhujiang di Guangzhou.

            Bentuknya yang unik, dengan konsep dua buah lempeng batu kembar yang dihaluskan oleh arus air, yang seolah-olah terdampar di tepi Sungai Mutiara, adalah realisasi dari konsep Tiongkok yang paling mendasar yaitu tian ren he yi ,yang berarti alam dengan manusia memiliki keselarasan & merupakan satu bagian. Desainnya berevolusi dari konsep pemandangan alam dan interaksi yang menarik antara, arsitektur dan alam.  Bangunan ini menggabungkan tradisi budaya yang telah membentuk sejarah Guangzhou, dengan ambisi dan optimisme yang akan menciptakan masa depannya. Konsep ini berlawanan dengan konsep Barat yang selalu mencoba menaklukkan alam dengan teknologi terkini.  Konsep tian ren he yi ini melahirkan harmoni dengan lingkungan sekitar dan alam. Hal tersebut diwujudkan dengan penataan dua buah massa yang berbentuk natural, memperkuat penataan kota tersebut, dengan jalur pejalan kaki. Desain Guangzhou Opera House dipengaruhi oleh sungai lembah dan di mana mereka berubah karena erosi.











            Garis lipat dalam lanskap ini menentukan wilayah dan zona di dalam Gedung Opera, memotong nuansa interior dan eksterior dramatis untuk sirkulasi, lobi dan kafe, dan membiarkan cahaya alami untuk menembus jauh ke dalam gedung.



            Auditorium gedung memiliki kapasitas hingga 1.800 tempat duduk. Selain itu terdapat ruang multifungsi berkapasitas 400 kursi yang lebih kecil, yang dirancang untuk pertunjukan seni, operas, dan konser. Ada banyak pertunjukkan menarik yang tersaji digedung ini. Bentuk struktur ini dirancang sebagai dua batu yang tersapu oleh Sungai Pearl. Auditorium betonnya yang berdiri dinamis yang terletak di dalam granit yang terbuka dan kerangka baja berlapis kaca membutuhkan waktu lebih dari lima tahun untuk dibangun. Unit gypsum fiber-fiber reinforced gypsum digunakan untuk interior auditorium. Bangunan utama terdiri dari auditorium beton bebas kolom dilapis granit dan kaca berbingkai rangka baja. Rangka ekspos adalah hal yang menakjubkan, seperti jaring laba-laba raksasa menonjol ke beberapa arah. Di antara rangka baja ekspos ini, akan sulit menemukan garis lurus, garis seakan memutar, dan berbalik secara dinamis. Tangga utama melingkar megah dari lantai foyer granit hitam sampai ke balkon dan tingkat atas auditorium. Penonton akan sulit sekali duduk tenang menatap pemandangan yang spektakuler ini. Interior auditorium lebih menakjubkan lagi, bagaikan sebuah gua besar seperti mulut ikan hiu di bawah konstelasi cahaya. Ruangan auditorium yang asimetris ini - meskipun tidak lazim, menghasilkan akustik yang sempurna.

            Banyak orang mengatakan karyanya rumit, namun sangat menakjubkan dengan kebebasan bentuk desain.





https://en.wikipedia.org/wiki/Guangzhou_Opera_House
http://anugrah-archblog09.blogspot.com/2013/02/kritik-arsitektur-metode-kritik-normatif.html






Jumat, 21 Desember 2018

KRITIK ARSITEKTUR DESKRIPTIF


        
         Kritik Deskriptif adalah kritik yang menjelaskan dengan cara diri sendiri seolah-olah seorang jurnalis arsitektur atau sejarahwan dan dengan menilai bangunan secara apa adanya bedasarkan pengalaman. Kritik ini menjelaskan bagaimana perasaan kita terhadap sebuah bangunan dengan merasakan bangunan tersebut, baik secara langsung maupun visual.

            Pada kritik deskriptif ini juga dapat mencatat pengalaman seseorang mengenai sebuah bangunan atau kota. Kritik deskriptif memiliki tujuan untuk menilai bangunan dengan cara mengetahui proses bangunan tersebut dan dilihat dari segala unsur bentuk bangunan tersebut.


HAKIKAT METODA KRITIK DESKRIPTIF

  • Dibanding metode kritik lain descriptive criticism tampak lebih nyata (factual)
  • Deskriptif mencatat fakta-fakta pengalaman seseorang terhadap bangunan atau kota
  • Lebih bertujuan pada kenyataan bahwa jika kita tahu apa yang sesungguhnya suatu kejadian dan proses kejadiannya maka kita dapat lebih memahami makna bangunan.
  • Lebih dipahami sebagai sebuah landasan untuk memahami bangunan melalui berbagai unsur bentuk yang ditampilkannya
  • Tidak dipandang sebagai bentuk to judge atau to interprete. Tetapi sekadar metode untuk melihat bangunan sebagaimana apa adanya dan apa yang terjadi di dalamnya.


JENIS METODA KRITIK DESKRIPTIF
Depictive Criticism (Gambaran bangunan)
            – Static (Secara Grafis)
            – Dynamic (Secara Verbal)
            – Process (Secara Prosedural)
Biographical Criticism (Riwayat Hidup)
Contextual Criticism (Persitiwa)


KRITIK DEPIKTIF (Gambaran Bangunan)
1. Static Aspects (Aspek Statis)
  • Depictive cenderung tidak dipandang sebagai sebuah bentuk kritik  karena ia tidak didasarkan pada pernyataan baik atau buruk sebuah bangunan
  • Sebagaimana tradisi dalam kritik kesenian yang lain, metode ini menyatakan apa yang sesungguhnya ada dan terjadi disana
  • Masyarakat cenderung memandang dunia sesuai dengan keterbatasan pengalaman masa lalunya, maka melalui perhatian yang jeli terhadap aspek tertentu bangunan dan mennceritakan kepada kita apa yang telah dilihat, kritik depictive telah menjadi satu metode penting untuk membangkitkan satu catatan pengalaman baru seseorang.
  • Kritik Depictive tidak butuh pernyataan betul atau salah karena penilaian dapat menjadi bias akibat pengalaman seseorang di masa lalunya.
  • Kritik depictive lebih mengesankan sebagai seorang editor atau reporter, yang menghindari penyempitan atau perluasan perhatian terhadap satu aspek bangunan agar terhindar dari pengertian kritikus sebagai interpreter atau advocate.
  • Depictive criticism dalam aspek static memfocuskan perhatian pada elemen-elemen bentuk (form), bahan (materials) dan permukaan (texture).
  • Penelusuran aspek static dalam Depictive criticism seringkali digunakan oleh para kritikus untuk memberi pandangan kepada pembaca agar memahami apa yang telah dilihatnya sebelum menentukan penafsiran terhadap apa yang dilihatnya kemudian.
  • Penggunaan media grafis dalam depictive critisim dapat dengan baik merekam dan mengalihkan informasi bangunan secara non verbal tanpa kekhawatiran terhadap bias.
  • Aspek static depictive criticism dapat dilakukan melalui beberapa cara survey antara lain : photografi, diagram, pengukuran dan deskripsi verbal (kata-kata).

2. Dynamic Aspect (Aspek Dinamis)

  • Tidak seperti aspek static, aspek dinamis depictive mencoba melihat bagaimana bangunan digunakan bukan dari apa bangunan di buat.
  • Aspek dinamis mengkritisi bangunan melalui : Bagaimana manusia bergerak melalui ruang-ruang sebuah bangunan? Apa yang terjadi disana? Pengalaman apa yang telah dihasilkan dari sebuah lingkungan fisik? Bagaimana bangunan dipengaruhi oleh kejadian-kejadian yang ada didalamnya dan disekitarnya?.
  3. Process Aspect (Aspek Proses)
  • Merupakan satu bentuk depictive criticism yang menginformasikan kepada kita tentang proses bagaimana sebab-sebab lingkungan fisik terjadi seperti itu.
  • Kalau kritik yang lain dibentuk melalui pengkarakteristikan informasi yang datang ketika bangunan itu telah ada, maka kritik depictive (aspek proses) lebih melihat pada langkahlangkah keputusan dalam proses desain yang meliputi : Kapan bangunan itu mulai direncanakan, Bagaimana ia diperbaiki, Bagaimana perubahannya, Bagaimana proses pembentukannya.



KRITIK BIOGRAFIS (RIWAYAT HIDUP)
  • Kritik yang hanya mencurahkan perhatiannya pada sang artist (penciptanya), khususnya aktifitas yang telah dilakukannya. Memahami dengan logis perkembangan sang artis sangat diperlukan untuk memisahkan perhatian kita terhadap intensitasnya pada karyakaryanya secara spesifik.
  • Sejak Renaisance telah ada sebagian perhatian pada kehidupan pribadi sang artis atau arsitek dan perhatian yang terkait dengan kejadian-kejadian dalam kehidupannya dalam memproduksi karya atau bangunan.


KRITIK KONTEKSTUAL (PERISTIWA)
  • Hal yang perlu diketahui dalam contextual criticism adalah : Informasi tentang aspek social, politik dan ekonomi pada saat bangunan di desain.
  • Tekanan-tekanan apakah yang diterima sang arsitek atau klien pada saat bangunan akan dan sedang dibangun?


New Roca London Gallery

Arsitek                                     : Zaha Hadid Architects
Lokasi                                      : Station Court Imperial Wharf, London
Tim Proyek Inggris                  : Zaha Hadid (Desain), Patrik Schumacher (Desain), Woody                                                              Yao (Direktur Proyek), Maha Kutay (Direktur Proyek),                                                                   Margarita Yordanova Valova (Proyek Arsitek)
Pengembangan Desain         : Gerhild Orthacker, Hannes Schafelner, Jimena Araiza, Mireia,                                                      Font Sala, Erhan Patat, Yuxi Fu, Michal Treder, Torsten                                                             Broeder
Desain Konsep                 : Dylan Baker-Rice, Melissa Woolford, Matthew Donkersley,                                                       Maria Araya
Rekayasa Struktural dan Fasad : Buro Happold
Mep Dan Akustik Konsultan    : Max Fordham Consulting Engineers
Desain Pencahayaan              : ISOMETRIX Lighting + Desain
Klien                                        : ROCA
Konsultan Av                           : Sono
Manajer Biaya                         : Betlinski
Konstruksi                               : Empty, S.L.
Area                                        : 1100.0 m2
Tahun Proyek                          : 2011



            New Roca London Gallery merupakan bangunan bentang lebar yang digunakan untuk kegiatan showroom desain produk kamar mandi Roca. Memiliki luas bangunan berukuran 1.100 m2. Dirancang oleh Arsitek bernama Zaha Hadid, yang telah mendapatkan hadiah Stirling untuk tahun kedua berturut-turut dan menjadi wanita pertama untuk melayani pada juri Pritzker Prize. Roca London Gallery, memiliki bentuk melengkung yang mewakili tanda tangan Zaha. Terinspirasi oleh kekuatan unsur air, unsur air sebagai peran utama. Bangunan ini memiliki bentuk yang dinamis dan futuristik.  Zaha Hadid dan timnya menciptakan desain yang tidak hanya memperhatikan murni visual, tetapi juga menggunakan seni presisi dan kontrol untuk membantu pengunjung memahami hubungan antara arsitektur ruang dan desain produk kamar mandi Roca.

            Di satu lantai 1.100 meter persegi, Hadid merancang interior yang fleksibel, dengan ruang yang tampaknya mengalir secara alami antara satu dengan yang lain. Portal, kamar, bangku dan perlengkapan pencahayaan muncul bagaikan air, dan memberikan rasa unsur organik dan gua. Roca London Gallery bukan hanya showroom untuk dalam desain kamar mandi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang terbuka untuk para penggemar desain di London, juga untuk berbagai acara dan kegiatan.

  1.  Konsep
            Konsep untuk Roca London Gallery diambil dari bentuk air dalam berbagai bentuk dan ide digunakan untuk membuat ruang dan untuk mengekspresikan kemampuan beradaptasi dan keterbukaan terhadap suatu perubahan dan inovasi. Air bertindak sebagai tema untuk tema arsitektur, menghubungkan semua aspek Galeri.

            Area di sekitar setiap layar seperti dibentuk oleh pergerakan air. Air telah menciptakan ruang yang dapat diubah, tempat orang akan terus kembali. Menghasilkan bentuk yang dinamis dan futuristik.

           2. Eksterior




            Fasad terdapat bentuk bukaan untuk menunjukkan efek erosi air dan interior putih yang dipenuhi dengan sinar cahaya yang berfungsi sebagai tulang punggung Roca London Gallery. Bagaikan tetesan air, yang menghubungkan berbagai area ruang merupakan bagian dari Roca London Gallery itu sendiri; yaitu pameran produk Roca yang paling inovatif, ruang pertemuan, dan ruang multimedia. Selain itu, interior dilengkapi teknologi terbaru terdiri dari peralatan audiovisual, suara, dan pencahayaan modern agar pengunjung merasakan ruang yang benar-benar canggih.




            Roca memiliki desain yang terlihat jelas di bagian luar gedung dengan fasad khas dan unik yang memberikan identitas pada Roca London Gallery. Pergerakan air adalah tema utama di Roca London Gallery, yang mengalir dan menggabungkan ruang eksterior dan interior. Interiornya adalah dindin berwarna putih dengan bentuk dan pencahayaan artistiknya menghubungkan antar area yang berbeda.



            Fasad yang memilki fitur unik pada Galeri ini memberikan identitas pada bangunan ini. Yang menggabungkan perpaduan bentuk dan kontur yang digunakan untuk menciptakan serangkaian potongan arsitektur dan bukaan ke ruang yang dinamis. Bentuk Geometri dari tiga lingkungan tampilan di depan Galeri membentuk permukaan  fasad yang menciptakan satu ruang yang menyambung sehingga eksterior dan interior  masih terlihat terhubung, sementara material yang memberi kekuatan pada fasad ini terbuat dari beton ekspos.


           3. Interior


           Interior yang luar biasa, fungsional dan fleksibel, menampilkan peralatan canggih, modern, audiovisual, suara dan pencahayaan. Teknologi ini memberikan hubungan dengan merek dan menggambarkan sejarah perusahaan, pencapaian utamanya dan nilai-nilai yang menjadi dasar dalam semua pekerjaan Roca, yaitu komitmen yang keberlanjutan untuk inovasi, desain, kesehatan, dan penghematan air. 




            Roca London Gallery bukan hanya terdapat ruang pamer. Tapi tersedia juga untuk berbagai pengunjung yang akan mencakup semua orang mulai dari arsitek hingga siswa yang belajar desain, berbagai kegiatan seperti pameran yang diproduksi di dalam atau di luar, pertemuan, presentasi, seminar dan debat.




            Galeri yang memiliki satu lantai dan mencakup area seluas 1.100 m2. Ruang putih dari galeri utama dibentuk secara menyambung dari betuk tetesan air yang diterangi. 



            Konsep dinamis yang berani, dari sisi lain memiliki tampilan unik menonjol sebagai beton abu-abu gelap yang kontras dengan pusat tulang belakang putih Galeri. Bentuk ini dibentuk bagaikan seolah-olah terkena aliran yang dikombinasikan dengan pertimbangan fungsional dari galeri untuk mengahsilkan bentuk fleksibilitas. Terdapat variasi dalam lima area kamar mandi yang berbeda di Galeri utama.





            Zaha Hadid Architects juga memasukkan unsur sejarah dan budaya dari inovasi Roca yang memberi pengalaman ruang. Tidak hanya membuat galeri dalam bentuk produk, Zaha Hadid telah mengembangkan ruang yang bentuknya fleksibel, di antaranya menampilkan ruang pertemuan, bar kafe, perpustakaan, dinding multi-media, penerimaan dan layar video tersebar sehingga pengunjung merasa berada dalam pusat desain yang aktif, sebagai tempat pusat penelitian yang tidak hanya sekadar ruang pamer.



                Ruang inovatif ini memberikan pengunjung untuk bereksperimen dan menemukan bentuk kamar mandi, termasuk mulai dari desain produk hingga pentingnya air bagi masyarakat. Salah satu elemen yang paling menarik dari bentuk ini adalah lantai keramik. Tersusun secara eksklusif dari keramik Roca, lantainya berbentuk mozaik dari potongan-potongan unik yang dirancang secara individu dan diproduksi bersama-sama untuk menciptakan efek visual yang mencolok.